Masalah gangguan penglihatan, khususnya miopia atau rabun jauh, semakin menjadi perhatian serius di berbagai negara, termasuk Indonesia. Perubahan gaya hidup, meningkatnya penggunaan gawai, serta aktivitas visual jarak dekat yang intens menjadi faktor utama meningkatnya prevalensi miopia, terutama pada anak-anak dan remaja. Menyikapi tantangan tersebut, Akademi Refraksi Optisi (ARO) Leprindo Jakarta menyelenggarakan Seminar Kesehatan Mata dengan…
Mengasah Profesionalisme Refraksionis melalui Organisasi Mahasiswa Berbasis Profesi
Perkembangan dunia kesehatan mata menuntut tenaga refraksionis optisien yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki profesionalisme tinggi. Profesionalisme ini mencakup sikap etis, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, serta tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, proses pendidikan refraksi optisi tidak cukup jika hanya berfokus pada pembelajaran di ruang kelas…
Pengalaman Mahasiswa dalam Praktik Refraksi Objektif dan Subjektif
Refraksi mata merupakan salah satu kompetensi inti yang harus dikuasai mahasiswa optisi untuk menjadi tenaga profesional dalam bidang pemeriksaan penglihatan. Kemampuan melakukan refraksi yang akurat sangat menentukan kualitas layanan optisi dan keselamatan pasien. Di Akademi Refraksi Optisi Leprindo Jakarta, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori refraksi mata, tetapi juga menjalani praktik langsung baik secara objektif maupun…
Inovasi Penglihatan Atlet: Dispensing Kacamata Sport untuk Kecepatan Reaksi
Dalam dunia olahraga prestasi, perbedaan antara medali emas dan kekalahan seringkali ditentukan oleh hitungan milidetik. Faktor fisik seperti kekuatan otot dan stamina memang krusial, namun ada satu aspek yang sering kali luput dari perhatian utama, yakni sistem penglihatan yang optimal. Penglihatan bukan sekadar kemampuan melihat objek dengan jelas, melainkan proses kompleks pengolahan informasi visual oleh…
Anatomi dan Fisiologi Mata sebagai Fondasi Kompetensi Optisi Profesional
Indera penglihatan memiliki peran yang sangat vital dalam kehidupan manusia. Lebih dari sebagian besar aktivitas sehari-hari bergantung pada kemampuan mata untuk menangkap, memproses, dan menerjemahkan cahaya menjadi informasi visual yang bermakna. Oleh karena itu, gangguan penglihatan dapat berdampak besar terhadap kualitas hidup seseorang. Di sinilah peran optisi profesional menjadi sangat penting sebagai tenaga kesehatan yang…
Tips Dosen RO: Cara Melakukan Refraksi Subjektif Tanpa Membuat Mata Pasien Lelah
Dalam dunia optometri dan pemeriksaan penglihatan, ketepatan hasil resep kacamata sangat bergantung pada bagaimana seorang praktisi menjalankan prosedur pemeriksaan. Salah satu tahapan yang paling krusial sekaligus menantang adalah pemeriksaan refraksi subjektif. Tahapan ini melibatkan komunikasi dua arah antara pemeriksa dan pasien untuk menentukan koreksi lensa terbaik yang memberikan tajam penglihatan maksimal. Namun, seringkali pasien merasa…
Memahami Mata melalui Cahaya: Pendekatan Aplikatif Fisika Optik dalam Pendidikan Refraksi Optisi
Mata manusia merupakan sistem optik biologis yang sangat kompleks dan presisi. Kemampuannya menangkap cahaya, memfokuskan bayangan, serta menerjemahkan rangsangan visual menjadi informasi saraf adalah hasil kerja harmonis antara struktur anatomi dan prinsip fisika optik. Oleh karena itu, dalam pendidikan Refraksi Optisi, pemahaman tentang fisika optik bukan sekadar teori dasar, melainkan fondasi utama untuk membentuk kompetensi…
Prosedur Refraksi Subjektif sebagai Inti Kompetensi Mahasiswa Refraksi Optisi
Pelayanan kesehatan mata menuntut ketepatan, ketelitian, dan kepekaan tinggi terhadap kondisi pasien. Salah satu kompetensi paling mendasar yang harus dikuasai oleh mahasiswa Refraksi Optisi adalah kemampuan melakukan prosedur refraksi secara benar dan sistematis. Di antara berbagai metode pemeriksaan refraksi, refraksi subjektif menempati posisi yang sangat penting karena menjadi penentu akhir ketajaman penglihatan dan resep kacamata…
Chromagen Lens: Inovasi ARO Leprindo dalam Membantu Penderita Buta Warna Parsial
Dunia visual adalah jembatan utama manusia dalam memahami informasi, estetika, dan keamanan. Namun, bagi sebagian orang, spektrum warna yang terlihat tidaklah selengkap individu normal. Kondisi ini sering disebut dengan defisiensi penglihatan warna atau lebih populer dengan istilah buta warna parsial. Di Indonesia, tantangan bagi penderita kondisi ini bukan hanya terletak pada keterbatasan persepsi visual, tetapi…
Laboratorium Optik Berteknologi Tinggi sebagai Ruang Belajar Refraksi yang Nyata dan Kontekstual
Perkembangan dunia kesehatan penglihatan menuntut tenaga optisi refraksionis yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga terampil secara praktik, teliti, dan mampu beradaptasi dengan teknologi optik terkini. Dalam konteks pendidikan vokasi, pembelajaran yang terlalu menekankan hafalan konsep tanpa pengalaman nyata berisiko menghasilkan lulusan yang kurang siap menghadapi tantangan lapangan. Oleh karena itu, kehadiran laboratorium optik berteknologi…

Recent Comments